LAPORAN
PRAKTIKUM GENETIKA
EKSTRASI
DNA

Oleh
Nurdiana
Ismawati
( 1601070019 )
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
20017
26 November 2017
A.
JUDUL
: EKSTRASI DNA
B.
TUJUAN
1. Untuk
mengetahui DNA yang terdapat pada tumbuhan kelapa
2. Untuk
mengetahui cara mengekstrasi DNA
3. Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi ekstrasi DNA
C.
DASAR
TEORI
Deoxyribonucleic
acid atau DNA merupakan senyawa kimia penting yang terdapat pada makhluk hidup.
DNA mengandung informasi genetic makhluk hidup dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Keseluruhan dari DNA suatu sel akan membentuk genom. Genom meliputi
bagian gen yang fungsional maupun non fungsional dalam sel organisme. DNA genom
meliputi gen dan interegen. ( Suryo. 2004 ).
DNA murni bisa didapatkan dari suatu sel
dalam tubuh makhluk hidup dengan suatu teknik yaitu isolasi DNA. Isolasi DNA
adalah proses pengeluaran DNA dari tempatnya ( ekstrasi atau lisis ), bisanya
dilakukan dengan cara menghomogenkan dan menambahkan buffer ekstrasi atau
buffer lisis untuk mencegah kerusakan DNA ( Yuwono. 2008 ). Pada sel eukariotik
dalam hal ini adalah sel tumbuhan kelapa, bagian terbesar DNA berada pada
nucleus. Pada nucleus terdapat 90% keseluruhan DNA seluler. Sisa dari DNA
berupa organel lain seperti mitokondria dan kloroplas, karena DNA terdapat
dalam nucleus sehingga memerlukan adanya metode pelisisan sel sampai pemanenan
sel. Metode tersebut merupakan bagian dari isolasi. Pemisahan DNA dari materi
seluler lainnya merupakan hal signifikan dan mengharuskan penyalinan DNA
menjadi RNA dan translasi RNA menjadi protein yeng berlangsung dalam ruang yang
berbeda yaitu dalam nucleus dan sitoplasma ( Elrod. 2007 ).
Sampel yang digunakan untuk ekstrasi DNA
tumbuhan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti jaringan segar, jaringan
yang dibekukan dengan nitrogen cair.Sampel untuk ekstraksi DNA
tumbuhan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti jaringan segar, jaringan
yang dibekukan dengan nitrogen cair , jaringan yang dikeringkan dengan slika
gel. Namun pada saat proses isolosi DNA dari tumbuhan terdapat kesulitan
pada destruksi dinding sel untuk melepaskan isi sel. Hal ini dikarenakan tumbuhan memiliki
dinding sel yang kuat dan seringkali pada beberapa tumbuhan kontaminasi
tersebut sulit dipisahkan dari ekstrak asam nukleat sehingga menghambat kerja
dari enzim. Pengisolasian DNA secara sederhana
dapat diawali dengan memecahkan dinding sel, membran plasma dan membran inti,
baik secara mekanik maupun secara kimiawi. Secara kimiawi dapat dilakukan
dengan pemberian detergen yang dapat menyebabkan rusaknya membran sel (Agus dan
Sjafarenan, 2013)
Prinsip kerja ekstrasi DNA
1.
Preparasi sel/
Jaringan yang diambil secepatnya diekstrasi. Penyimpanan
jaringan pada suhu -80 derajat. Jaringan yang disimpan dalam parrafin blok
sulit untuk diekstrasi
2.
Lisis membrane sel/ orgenalla
Senyawa yang digunakan untuk
meliskan membrane yaitu phenol : senyawa yang sangat kuat melisiskan membrane,
tetapi toksik. Selain itu digunakan Guanidine isothicyanate : tidak toksis,
digunakan sebagai pengganti phenol
3. Denaturasi Senyawa organic
Untuk mendenaturasi protein yang ada
digunakan senyawa kloroform : paling banyak digunakan karena prosedur
sederhana, murah, mudah diperoleh. Selain kloroform juga digunakan proteinase K
untuk denaturasi protein tetapi perlu inkubasi
4. Periptasi DNA
Digunakan senyawa isopropanol atau
ethanol absolut dan sodium asetat
5. Pencucian/washing
Pencucian sisa senyawa menggunakan
ethanol 70%
D.
ALAT
DAN BAHAN
a. Alat
1.
Timbangan
2.
Waterbath
3.
Tabung eppendorft volume 2 ml
4.
Mortar dan pestel
5.
Spatula
6.
Sentrifuge
7.
Micropipet
8.
Blue tip dan yellow tip
b. Bahan
1. CTAB
buffer
2. Nitrogen
cair
3. CIAA
( chloroform isoamyl alcohol 24 : 1 )
4. Ethanol
absolut
5. 7,5
ammonium acetate
6. Ethanol
70 %
7. TE
buffer
E.
CARA
KERJA
1. Menyiapkan
CTAB buffer sebanyak 2 x volume / berat sampel (1ml) dan memasukannya kedalam
incubator atau waterbath yang sudah diseting suhunya di 650 C
2. Mengambil
daun kelapa yang muda dan menimbangnya sebanyak 0,5 gr
3. Memasukan
daun kedalam mortar dan menambhkannya nitrogen cair kemudian menggerusnya
sampai halus
4. Memasukan
serbuk daun tersebut menggunakan spatula kedalam tabung Eppendorf yang berisi
CTAB buffer diatas
5. Memvorteknya
sebentar
6. Menginkubasi
sampel diwaterbath / inkubater selama 1 jam, setiap 15 menit sekali
memvorteknya
7. Mensentrifuge
dengan kecepatan 11.000 rpm selama 20 menit
8. Mengambil
supernatant dan memindahkannya kedalam tabung Eppendorf tabung
9. Menambahkan
CIAA sebanyak ½ dari volume supernatant
kemudian memnyaflicking sampai tercampur
10. Mensentrifuge
kembali dengan kecepatan 11.000rpm selama 20 menit
11. Mengambil
supernatant dan memasukan kedalam tube baru, lalu menambahkan 1 ml ethanol
absolut dan 0,1 ml 7,5 M ammonium accetat dan memflucking kembali sampai tercampur
12. Memasukan
sampel kedalam kulkas dan membiarkan selama24 jam
13. Setelah
24 jam mensentrifuge sampel dengan kecepatan 13.000rpm selama 15 menit
14. Membuang
cairan dan mengunci kumpulan DNA yang tertinggal dengan ethanol 70 % (1ml) lalu
mengeringkannya
15. Menambhkan
TE buffer sebanyak 300 mikroliter dan DNA siap untuk di elektoforensis.
F.
HASIL
PENGAMATAN

G.
PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan sampel yang
digunakan yaitu daun kelapa yang masih muda untuk menemukan DNA nya. Untuk
mendapatkan DNA kelapa dibutuhkan beberapa bahan yaitu CTAB ( Cetyl
trimethylammonium bromide) merupakan sejenis detergen yang dapat mendegradasi
dinding sel, denaturasi protein, memisahkan karbohidrat, merusak membrane sel
dan melarutkan DNA. Apabila dinding sel terdegradasi maka semua isi sel
dapat keluar termasuk DNA dan dilepaskan
ke dalam buffer ekstrasi. Dalam proses isolaso DNA tumbuhan, penambahan senyama
preduksi seperti merchaptoetanol yang dapat mencegah proses oksidasi senyawa
fenolik sehingga menghambat ativitas radikal bebas yang dihasilkan oksidasi
fenol terhadap asam nucleus. CIAA berfungsi untuk
mengekstrak dan mengendapkan komponen polisakardia di dalam buffer ekstrasi
yang mengkontaminasi larutan DNA . Pemberian etanol dilakukan agar terjadi
dehidrasi DNA sehingga terjadi presipitas. TE buffer berfungsi untuk
melarutkan DNA yang dihasilkan dan menjaga DNA agar tidak mudah rusak. Nitrogen
cair berfungsi untuk mengefisienkan lisisnya sel tanpa adanya perbedaan besar
temepratur yang dapat merusak DNA.
Pada proses penggeruan daun
kelapa agar menjadi serbuk jangan sampai
membuat DNA yang ada, rusak meskipun digerus dengan sangat keras oleh karena
itu saat menggerus ditambahkan nitrogen cair. pemanasan pertama pada
waterbath bertujuan untuk mendegradasikan protein dan dinding sel. Sedangkan pada sentrifuge untuk memisahkan campuran
berdasarkan berat molekul besar yang akan berada dibawah tabung dan molekul
ringan akan berada dipermukaan. Pada hasil sentrifuge akan Nampak dua macam
fraksi yang terpisah, yaitu supernatant pada bagian permukaan dan pellet pada
bagian bawah. hal ini sesuai dengan hasil pengamatan dimana campuran yang ada
dalam tabung Nampak terpisah menjadi dua fraksi.
Setelah dilakukan serangkaian
tahap yang terakhir yaitu pemberian TE buffer sebanyak 300 microliter setelah
24 jam dimasukan ke dalam kulkas. Hasilnya akan Nampak warna putih melayang yang berada dalam
tabung. Itu adalah DNA yang siap dilakukan elektroforensis.
H.
KESIMPULAN
1. CTAB
merupakan detergen yang berfungsi
mendegradasikan dinding sel, denaturasi protein, memisahkan karbohidrat,
merusak membrane sel dan melarutkan DNA
2.
CIAA berfungsi untuk
mengekstrak dan mengendapkan komponen polisakarida di dalam buffer ekstrasi
yang mengkontaminasi larutan DNA
3. TE
buffer berfungsi untuk melarutkan DNA yang dihasilkann dan menjaga DNA agar
tidak mudah rusak.
4. Teknik
sentrifuge bertujuan untuk memisahkan campuran berdasarkan berat molekul,
molekul besar akan berada di bawah tabung sedangkan molekul kecil berada di
permukaan.
5. Setelah
dilakukan serangkaian prosedur kerja nampak
ada warna putih melayang dalam tabung maka terdapat DNA
I.
DAFTAR
PUSTAKA
Elrod, S. 2007. Genetika Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga
Suryo. 2004. Genetika Sastra 1. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada
Yuwono, T.2008. Biologi Molekuler. Jakarta : Erlangga
Tata
Renita Idea. 2014.Ekstrasi DNA. https://tatarenjuly.wordpress.com/2014/11/27/ekstraksi-dna/.
Diakses
pada 26 November.2017
Uul
Shovi Nurkamila, Made
Pharmawati (2104). Ekstrasi
DNA dari Herbarium Anggrek ( DNA Extraction from Orchid Herbarium Materilas ). Hlm 2
J.
LAMPIRAN

LAPORAN
PRAKTIKUM GENETIKA
EKSTRASI
DNA

Oleh
Nurdiana
Ismawati
( 1601070019 )
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
20017
26 November 2017
A.
JUDUL
: EKSTRASI DNA
B.
TUJUAN
1. Untuk
mengetahui DNA yang terdapat pada tumbuhan kelapa
2. Untuk
mengetahui cara mengekstrasi DNA
3. Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi ekstrasi DNA
C.
DASAR
TEORI
Deoxyribonucleic
acid atau DNA merupakan senyawa kimia penting yang terdapat pada makhluk hidup.
DNA mengandung informasi genetic makhluk hidup dari satu generasi ke generasi
berikutnya. Keseluruhan dari DNA suatu sel akan membentuk genom. Genom meliputi
bagian gen yang fungsional maupun non fungsional dalam sel organisme. DNA genom
meliputi gen dan interegen. ( Suryo. 2004 ).
DNA murni bisa didapatkan dari suatu sel
dalam tubuh makhluk hidup dengan suatu teknik yaitu isolasi DNA. Isolasi DNA
adalah proses pengeluaran DNA dari tempatnya ( ekstrasi atau lisis ), bisanya
dilakukan dengan cara menghomogenkan dan menambahkan buffer ekstrasi atau
buffer lisis untuk mencegah kerusakan DNA ( Yuwono. 2008 ). Pada sel eukariotik
dalam hal ini adalah sel tumbuhan kelapa, bagian terbesar DNA berada pada
nucleus. Pada nucleus terdapat 90% keseluruhan DNA seluler. Sisa dari DNA
berupa organel lain seperti mitokondria dan kloroplas, karena DNA terdapat
dalam nucleus sehingga memerlukan adanya metode pelisisan sel sampai pemanenan
sel. Metode tersebut merupakan bagian dari isolasi. Pemisahan DNA dari materi
seluler lainnya merupakan hal signifikan dan mengharuskan penyalinan DNA
menjadi RNA dan translasi RNA menjadi protein yeng berlangsung dalam ruang yang
berbeda yaitu dalam nucleus dan sitoplasma ( Elrod. 2007 ).
Sampel yang digunakan untuk ekstrasi DNA
tumbuhan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti jaringan segar, jaringan
yang dibekukan dengan nitrogen cair.Sampel untuk ekstraksi DNA
tumbuhan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti jaringan segar, jaringan
yang dibekukan dengan nitrogen cair , jaringan yang dikeringkan dengan slika
gel. Namun pada saat proses isolosi DNA dari tumbuhan terdapat kesulitan
pada destruksi dinding sel untuk melepaskan isi sel. Hal ini dikarenakan tumbuhan memiliki
dinding sel yang kuat dan seringkali pada beberapa tumbuhan kontaminasi
tersebut sulit dipisahkan dari ekstrak asam nukleat sehingga menghambat kerja
dari enzim. Pengisolasian DNA secara sederhana
dapat diawali dengan memecahkan dinding sel, membran plasma dan membran inti,
baik secara mekanik maupun secara kimiawi. Secara kimiawi dapat dilakukan
dengan pemberian detergen yang dapat menyebabkan rusaknya membran sel (Agus dan
Sjafarenan, 2013)
Prinsip kerja ekstrasi DNA
1.
Preparasi sel/
Jaringan yang diambil secepatnya diekstrasi. Penyimpanan
jaringan pada suhu -80 derajat. Jaringan yang disimpan dalam parrafin blok
sulit untuk diekstrasi
2.
Lisis membrane sel/ orgenalla
Senyawa yang digunakan untuk
meliskan membrane yaitu phenol : senyawa yang sangat kuat melisiskan membrane,
tetapi toksik. Selain itu digunakan Guanidine isothicyanate : tidak toksis,
digunakan sebagai pengganti phenol
3. Denaturasi Senyawa organic
Untuk mendenaturasi protein yang ada
digunakan senyawa kloroform : paling banyak digunakan karena prosedur
sederhana, murah, mudah diperoleh. Selain kloroform juga digunakan proteinase K
untuk denaturasi protein tetapi perlu inkubasi
4. Periptasi DNA
Digunakan senyawa isopropanol atau
ethanol absolut dan sodium asetat
5. Pencucian/washing
Pencucian sisa senyawa menggunakan
ethanol 70%
D.
ALAT
DAN BAHAN
a. Alat
1.
Timbangan
2.
Waterbath
3.
Tabung eppendorft volume 2 ml
4.
Mortar dan pestel
5.
Spatula
6.
Sentrifuge
7.
Micropipet
8.
Blue tip dan yellow tip
b. Bahan
1. CTAB
buffer
2. Nitrogen
cair
3. CIAA
( chloroform isoamyl alcohol 24 : 1 )
4. Ethanol
absolut
5. 7,5
ammonium acetate
6. Ethanol
70 %
7. TE
buffer
E.
CARA
KERJA
1. Menyiapkan
CTAB buffer sebanyak 2 x volume / berat sampel (1ml) dan memasukannya kedalam
incubator atau waterbath yang sudah diseting suhunya di 650 C
2. Mengambil
daun kelapa yang muda dan menimbangnya sebanyak 0,5 gr
3. Memasukan
daun kedalam mortar dan menambhkannya nitrogen cair kemudian menggerusnya
sampai halus
4. Memasukan
serbuk daun tersebut menggunakan spatula kedalam tabung Eppendorf yang berisi
CTAB buffer diatas
5. Memvorteknya
sebentar
6. Menginkubasi
sampel diwaterbath / inkubater selama 1 jam, setiap 15 menit sekali
memvorteknya
7. Mensentrifuge
dengan kecepatan 11.000 rpm selama 20 menit
8. Mengambil
supernatant dan memindahkannya kedalam tabung Eppendorf tabung
9. Menambahkan
CIAA sebanyak ½ dari volume supernatant
kemudian memnyaflicking sampai tercampur
10. Mensentrifuge
kembali dengan kecepatan 11.000rpm selama 20 menit
11. Mengambil
supernatant dan memasukan kedalam tube baru, lalu menambahkan 1 ml ethanol
absolut dan 0,1 ml 7,5 M ammonium accetat dan memflucking kembali sampai tercampur
12. Memasukan
sampel kedalam kulkas dan membiarkan selama24 jam
13. Setelah
24 jam mensentrifuge sampel dengan kecepatan 13.000rpm selama 15 menit
14. Membuang
cairan dan mengunci kumpulan DNA yang tertinggal dengan ethanol 70 % (1ml) lalu
mengeringkannya
15. Menambhkan
TE buffer sebanyak 300 mikroliter dan DNA siap untuk di elektoforensis.
F.
HASIL
PENGAMATAN

G.
PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang dilakukan sampel yang
digunakan yaitu daun kelapa yang masih muda untuk menemukan DNA nya. Untuk
mendapatkan DNA kelapa dibutuhkan beberapa bahan yaitu CTAB ( Cetyl
trimethylammonium bromide) merupakan sejenis detergen yang dapat mendegradasi
dinding sel, denaturasi protein, memisahkan karbohidrat, merusak membrane sel
dan melarutkan DNA. Apabila dinding sel terdegradasi maka semua isi sel
dapat keluar termasuk DNA dan dilepaskan
ke dalam buffer ekstrasi. Dalam proses isolaso DNA tumbuhan, penambahan senyama
preduksi seperti merchaptoetanol yang dapat mencegah proses oksidasi senyawa
fenolik sehingga menghambat ativitas radikal bebas yang dihasilkan oksidasi
fenol terhadap asam nucleus. CIAA berfungsi untuk
mengekstrak dan mengendapkan komponen polisakardia di dalam buffer ekstrasi
yang mengkontaminasi larutan DNA . Pemberian etanol dilakukan agar terjadi
dehidrasi DNA sehingga terjadi presipitas. TE buffer berfungsi untuk
melarutkan DNA yang dihasilkan dan menjaga DNA agar tidak mudah rusak. Nitrogen
cair berfungsi untuk mengefisienkan lisisnya sel tanpa adanya perbedaan besar
temepratur yang dapat merusak DNA.
Pada proses penggeruan daun
kelapa agar menjadi serbuk jangan sampai
membuat DNA yang ada, rusak meskipun digerus dengan sangat keras oleh karena
itu saat menggerus ditambahkan nitrogen cair. pemanasan pertama pada
waterbath bertujuan untuk mendegradasikan protein dan dinding sel. Sedangkan pada sentrifuge untuk memisahkan campuran
berdasarkan berat molekul besar yang akan berada dibawah tabung dan molekul
ringan akan berada dipermukaan. Pada hasil sentrifuge akan Nampak dua macam
fraksi yang terpisah, yaitu supernatant pada bagian permukaan dan pellet pada
bagian bawah. hal ini sesuai dengan hasil pengamatan dimana campuran yang ada
dalam tabung Nampak terpisah menjadi dua fraksi.
Setelah dilakukan serangkaian
tahap yang terakhir yaitu pemberian TE buffer sebanyak 300 microliter setelah
24 jam dimasukan ke dalam kulkas. Hasilnya akan Nampak warna putih melayang yang berada dalam
tabung. Itu adalah DNA yang siap dilakukan elektroforensis.
H.
KESIMPULAN
1. CTAB
merupakan detergen yang berfungsi
mendegradasikan dinding sel, denaturasi protein, memisahkan karbohidrat,
merusak membrane sel dan melarutkan DNA
2.
CIAA berfungsi untuk
mengekstrak dan mengendapkan komponen polisakarida di dalam buffer ekstrasi
yang mengkontaminasi larutan DNA
3. TE
buffer berfungsi untuk melarutkan DNA yang dihasilkann dan menjaga DNA agar
tidak mudah rusak.
4. Teknik
sentrifuge bertujuan untuk memisahkan campuran berdasarkan berat molekul,
molekul besar akan berada di bawah tabung sedangkan molekul kecil berada di
permukaan.
5. Setelah
dilakukan serangkaian prosedur kerja nampak
ada warna putih melayang dalam tabung maka terdapat DNA
I.
DAFTAR
PUSTAKA
Elrod, S. 2007. Genetika Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga
Suryo. 2004. Genetika Sastra 1. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada
Yuwono, T.2008. Biologi Molekuler. Jakarta : Erlangga
Tata
Renita Idea. 2014.Ekstrasi DNA. https://tatarenjuly.wordpress.com/2014/11/27/ekstraksi-dna/.
Diakses
pada 26 November.2017
Uul
Shovi Nurkamila, Made
Pharmawati (2104). Ekstrasi
DNA dari Herbarium Anggrek ( DNA Extraction from Orchid Herbarium Materilas ). Hlm 2
J.
LAMPIRAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar