LAPORAN
PRAKTIKUM GENETIKA
ELEKTROFORESIS

Oleh :
Nurdiana
Ismawati ( 1601070019 )
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2017
03
Desember 2017
A.
JUDUL : ELEKTROFORESIS
B.
TUJUAN
1. Untuk
mengetahui cara melakukan elektroforesis
2. Untuk
mengetahui DNA yang berasal dari sampel
3. Untuk mengetahui
macam – macam elektroforesis
C.
DASAR
TEORI
Elektetroforesis berasa dari bahasa Yunani
yang berarti transport/ perpindahan melalui partikel – partikel listrik.
Elektroforesis adalah suatu cara menganalisis kimiawi yang berdasarkan pada
pergerakan molekul – molekul protein bermuatan didalam medan listrik . Pergerakan
molekul dalam medan listrik dipenaruhi oleh bentuk, ukuran, besar muatan dan
sifat kimia dari molekul. Jika dua molekul mempunyai bentuk dan masa yang sama,
molekul dengan muatan lebih besar akan bergerak lebih cepat ke elektorda.
Apabila arus listrik dialirkan pada suatu medium penyangga yang telah berisi
protein plasma maka komponen protein tersebut akan berpindah. Dengan demikian
elektroforesis dapat digunakan untuk
separasi makromolekul. (Magdaline. 2012) .
Dasar dari elektroferesis adalah
pembentukan suatu ketidak homogenan atau gradasi kosentrasi sepanjang system.
Koloid , protein enzim menunjukan mobilitas elektroforsis spesifik dan titik
isoelektrik yang dapat digunakan untuk identifikasi zat – zat spesifik juga .
pemisahan dapat dilakukan bila senyawa – senya yang telah terpisah tidak secara
spontan bercampur kembali akibat
srkulasi konektif. Pada elektroforesis, medan listrik dialirkan pada suatu
medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. ( Martin. 1996 ).
Secara
singkat elektroforesis adlah suatu teknik pemisahan molekul selular berdasarkan
ukurannya, dengan menggunakan medan listrik yang dialirakan pada suatu medium
yang mengandung sampel yang dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan
memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromelkul misalnya DNA yang
bermuatan negative ( Yuwono. 2005)
Dalam
elektroforesis terdapat dua Teknik yang telah berkembang yaitu
ektroforesis horizontal dab vertical.
Sedangkan berdasarkan jenisnya ada dua ( Lisdiyanti.1997 ) yaitu
:
1.
Elektroforesis bebas : molekul atau
partikel yang akan dipisahkan disebar diseluruh larutan. Pemberian arus listrik
pada larutan yang mengandung partikel tersbut akan menyebabkan terbentuknya
batas diantara dua larutan.
2.
Elektroforesis zona : merupakan
jenis elektroforesis yang paling sering digunakan. Elektroforesis jenis ini
menggunakan media penunjang seperti kertas, selulosa asetat, agarose atau
poliakrilamid.
D.
ALAT DAN
BAHAN
a. Alat
1. Timbangan
2. Microwave
3. Erlenmeyer
volume 100 ml
4. Electrophoresis
chamber
5. Power
supply
6. Comb
7. Tray
8. Micropipit
9. White
tip dan yellow tip
10. PCR tube
b. Bahan
1. TBE
buffer
2. Agarose
3. Loading
buffer
4. DNA
kelapa
5. Ethidium
bromide
E.
CARA
KERJA
1. Menimbang
agarose kurang lebih 0,5 gr
2. Mencampurkan
agarose dengan TBE buffer sebanyak 50 ml (agarose 1 % ) dalam Erlenmeyer,
menimbang dan mencatat beratnya. Kemudian memasak agarose menggunakan microwave
setelah matang , menimbang lagi beratnya jika berkurang tambahkan TBE buffer
sampai mencapai berat semula
3. Memasukan
agarose 1 % tadi dalam cetakan/ tray yang sudah dipasang comb menunggu sampai
benar – benar padat.
4. Setelah
benar – benar padat, mengambil comb sehingga terbentuk sumuran
5. Memasukan
agarose beserta traynya kedalam elektroforesis chamber ( jangan terbalik
posisinya, ujung agarose yang ada sumuranya harus berada didepan kutub
negative), lalumenambahkan TEB buffer sampai batas yang sudah ditentukan
6. Mengeluarkan
sampel dari dalam kulkas kemudian memvortex sebentar.
7. Mengambil
loading buffer sebanyak 12 mikropipet lalu mencampurkannya dengan 50 mikroliter
sampel DNA
8. Mengambil
sebanyak 25 mikroliter campuran sampel tersebutkemudian memasukan kedalam salah
satu sumuran (1 kelompok mengisi 2 sumuran )
9. Mengambil
DNA leader sebanyak 6 mikroliter lalu memasukannya kedalam salah satu sumuran
10. Menyalakan
power suplay den menyeting pada voltase 70 – 75 volt
11. Menghubungkan
elektoforesis chamber dengan power supply, menunggu sampai 1 jam 30 menit atau
sampai bercak berada di ujung agarose.
12. Memasukan
power supply dan mengambil tray yang berisi agarose.
13. Memindahkan
agorose ke dalam ethidium bromide dan merendamnya selama 30 menit.
14. Setelah
30 menit mengambil agarose dan mencuci menggunakan aquades sebanyak 2 kali.
15. Mengamati
dengan menggunakan UV transluminator
F.
HASIL
PENGAMATAN

G.
PEMBAHASAN
Pada praktikum ini dilakukan pemisahan terhadap
molekul DNA dengan agarose dengan kosentrasi 1 %. Agarose dibuat dengan
melarutkan 0,5 agarose dalam 50 ml TBE buffer. Kemudian dibuat medium sesuai
dengan prosedur. Kepekatan medium tergantung pada besar kecilnya fragmen DNA
yang akan dipisahkan. Semakin kecil kecil fragmen yang akan dipisahkan,
kosentrasi agarose ditingkatkan sehingga agarose akan semakin padat. Chamber ektroforesis yang telah berisi TBE buffer, dimasukan
medium yang diangkat tadi, dimana bagian sumur ditempatkan pada sisi kutub
negative. Jika penempatan sumur terjadi secara berlawanan( posisi tida tepat )
maka tidak akan terdapat hasil. Prinsip kerjanya jika ada molekul yang
bermuatan negative (DNA) dilewatkan
suatu medium, misalnya agarosekemudian dialiri arus listrik dari satu kutub ke
kutub yang berlawanan (muatan positif), maka molekul tersebut akan bergerak
dari kutub negative ke kutub positif melalui membrane matriks gel agarose.
Elektroforesis
menggunakan agarose merupakan jenis elektrofesis yang sederhana, cepat dan
dapat memisahkan molekul yang diingikan dari matriks yang tidak dapat dilakukan
oleh cara lain seperti sentrifugasi gradient.pada praktikum Elektroforesis yang dilakukan menggunakan
jenis zona karena menggunakan gel
agarose yang diletakan pada alat elektroforesis dan menggunakan Teknik
horizontal. Dalam hal ini, terdapat beberapa bahan seperti
TBE buffer, loading buffer, DNA leader. TBE buffer berfungsi untuk meratakan
medan listrik di dalam chamber elektroforsis menggunakan gel agarose. Gel ini
berfungsi untuk memisahkan atau melihat kemurnian DNA sampel atau protein.
Media yang sering digunakan dalam poses elektroforesis adalah agarose atau atau
akrilamida. memisahkan molekul – molekul yang lebih besar. Namun pada praktikum
ini menggunakan agarose karena memiliki
ukuran partikel yang lebih besar, sehingga daya pisah dari agarose lebih kasar
dibandingkan dengan akrilamid. Penambahan loading buffer erfungsi
sebagai pemberat bagi DNA yang sangat ringan sehingga DNA tidak meluber ke
larutan TBE buffer dan bisa jatuh tepat di dalam sumuran. Loading buffer
memiliki kekuatan sampai 5 kali dimana 1 μL loading buffer dapat digunakan
sebagai pemberat untuk 4 μL sampel DNA. DNA
leader adalaah segmen DNA yang spesifik dan telah diketahui ukurannya. Sebelum
disinari UV dilakukan perendaman agarose selama 30 menit pada laurtan ethidium
bromide yang berfungsi untuk meningkatkan daya flouresensi DNA saat disinari UV.
Dalam praktikum ini DNA yang di sinari UV
berada di sumuran no 3 dan 5 dengan warna yang terbentuk merah oranye dan
nampak lurus . Dari hasil pengamatan dengan hasil akhir stelah di sinari UV
Nampak lurus dapat dikatakan tidak berhasil dalam percobaan kali ini. Jika
percobaan ini berhasil DNA setelah disinari UV akan Nampak terputus – putus. Kegagalan
ini dikarenakan beberapa diantaranya ketidak hati – hatian praktikan dalam
melakukan percobaan atau laju dari pergerakan molekul DNA itu sendiri. Dalam proses elektroforesis factor
yang mempengaruhi laju pergerakan dari molekul DNA ( wolfe. 1993 )
1.
Ukuran
molekul DNA
Molekul yang berukuran lebih kecil akan cepat bergerak
melewati gel karena hambatan yang dihadapi tidak banyak dibandingkan dengan
molekul berukuran besar.
2.
Kosentrasi
gel
Semakin
tinggi kosentrasi agarose, semakin padat gel yang dibuat sehingga sukar untuk dilewati
molekul – molekul DNA. Kosentrasi agarose yang lebih tinggi memudahkan
pemisahan DNA yang berukuran kecil, sedangkan kosentrasi agarose lebih rendah
memudahkanpemisahan DNA dengan ukuran yang lebih besar.
3. Bentuk molekul
Molekul yang memiliki bentuk elips atau fibril
akan lebih cepat bergerak dibandingkan dengan yang berbentuk bulat
4. Densintas mutan
Densitas mutan dalah mutan per unit volume
molekul. Molekul dengan densitas muta tinggi akan bergerak lebih cepat
dibandingkan molekul dengan mutan yang rendah
5. Pori – pori gel
Semakin
kecil pori – pori gel yang digunakan semakin lambat pergerakan molekul DNA
6. Voltase
Semakin tinggi tegangan listrik yang diberikan,
semakin cepat pergerakan molekul DNA
7. Larutan buffer
elektroforesis
Buffer dengan kadar ion tinggi akan menaikan
konduktansi listrik sehingga mempercepat migrasi DNA.
H.
KESIMPULAN.
1. Elektroforesis
adalah suatu cara menganalisis kimiawi yang berdasarkan pada molekul – molekul
protein bermuatan didalam medan listrik
2. Prinsip
pemisahan dengan elektroforesis gel ( agarose ) adalah pemisahan suatu molekul
organic dari campurannya melalui suatu gel dalam suatu medan listrik.
3. Kecepatan
DNA dalam menembus agarose tergantung pada ukuran molekul DNA, kosentrasi gel
agarose, penggunaan voltage, komposisi buffer elektoforesis, masa molekul DNA
4. Perpendaraan DNA dalam gel elektroforesis menggunakan
sinar UV berwarna merah disebabkan oleh ethidium bromide dan adanya masa
protein yang terbawa
5. Elektroforesis
memiliki prinsip kerja bahwa suatu molekul (DNA) yang bermuatan negative jika
dialiri arus listrik akan bergerak menuju kutub positif milik melalui matriks
membrane agarose .
I.
DAFTAR
PUSTAKA
Biosciences, Amersham. 1999. Protein
electrophoresis. USA : Amersham Biosciences
Makdeladin, Sameh. 2012. Gel
Electrophoresis- Principles and Basics. Rijeka, Croatia : InTech Publisher
Yuwono, Triwibowo. 2005. Biologi
Molekuler. Jakarta : Erlangga
Martin,
R . 1996. Gel Electrophoresis : Nucleid
Acids. Oxford : Bros Scientific Publishers Ltd
J.
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar