LAPORAN
PRAKTIKUM GENETIKA
KROMOSOM

Oleh :
Nurdiana Ismawati i( 1601070019 )
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2017
11 Desember 2017
A.
JUDUL : KROMOSOM
B.
TUJUAN
1.
Untuk
mengamati preparat awetan kromosom kelapa
2.
Untuk
mengetahui letak kromosom pada preparat awetan kelapa kopyor
3.
Untuk
mengetahui jumlah dan bentuk kromosom pada preparat awetan kromosom kelapa
C.
DASAR TEORI
Kromosom ( Bahasa
Yunani : chroma, warna : dan soma, badan) merupakan struktur di dalam sel
berupa deretan panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai
protein terkait merupakan informasi genetic suatu organisme., seperti molekul
kelima jenis histon dan factor transkripsi yang terdapat pada bebrapa deret dan
termasuk gen unsur regulator dan sukuens nukleotida. Kromosom yang berada
didalam nucleus sel eukariota secra khusus disebut kromatin.
Dalam kromosom eukariota DNA yang
tidak terkondensasiberada dalam struktur order-quasi dalam nucleus, dimana ia
membungkus histon dalam truktur order- quasi dalam nucleus, dimana ia
membungkus histon) dan dimana material komposit ini disebut kromatin. Selama
mitosis (pemebelahan sel), kromosom terkondensasi dan disebut kromosom
metaphase. Hal ini menyebabkan masing – masing kromosom dapat diamati melalui
mikroskop optic. Setiap kromosom memiliki dua lengan, yang pendek disebut
lengan P (dari Bahasa Perancis petit yang berarti kecil ) dan lengan yang
Panjang lengan q ( q mengikuti p dalam alfabet). Prokariota tidak memiliki
histon atau nucleus. Dalam keadaan santainya DNA dapat diakses untuk
transkipsi, regulasi dan replikasi.
Kromosom pertama kali
diamati oleh Karl Wilhelm Von Nageli pada 1842 dan ciri – cirinya dijelaskan
dengan detail oleh Walther Flemming pada 1882. Sedangkan pemikiran prinsip –
prinsip klasik genegtika merupakan pemikiran dedukasi dari Gregor Mendel pada
tahun 1865 yang banyak diabaikan orang hingga tahun 1902, Walter Sutton dan
Theodor saat meiosis dengan hukum Mendel dan menarik kesimpulan bahwa kromosom
merupakan pembawa gen. Hasil penelitian keduanya dikenal sebagai teori Sutton-
Boveri atau hipotesis Sutton Boveri atau teori hereditas kromosom, yang menjadi
kontroversi dan perdebatan para pakar kala itu.
Pada 1910, Thomas Hunt
Morgan membuktikan bahwa kromosom merupakan gen. pada tahun 1955, Joe Hin Tjio
seorang ilmuan Amerika kelahiran Indonesia berhasil membuktikan bahwa kromosom
Manusia terdiri dari 23 pasang , bukan 24 pasang seperti yang diyakini para
ahli genetika sejak lama.
Ada beberapa tipe –
tipe kromosom. Menjelang abad ke – 21,banyak peneliti yang telah mencoba untuk
mengetahui jumlah kromosom yang terdapat di dalam nucleus sel tubuh manuia
tetapi selalu menghasilkan data – data yang berbeda karena pada waktu itu
teknik periksaan kromosom Msih terlalu sederhana. Dalam tahun 1912, Wini Water
menyatakan menyatakan bahwa di dalam sel tubuh manusia memiliki 48 kromosom.
Pendapat ini bertahan sampai 30 tahun lamamya, sampai akhirnya Tjio dan Levan
dalam tahun 1956 berhasil membuktukan melalui tekhnik pemeriksaan kromosom yang
lebih sempurna, bahwa nucleus sel tubuh manusia mengandung 46 kromosom.
Kromosom manusia dibedaka menjadi 2 tipe : Autosom
ialah kromosom biasa yang tidak berperan menentukan dalam mengatur jenis kelamin.
Dari 46 kromosom di dalam nucleus sel tubuh manusia makan yang 44 buah (22
pasang) merupakan autosom. Gonosom, ialah seks kromosom (kromosom kelamin),
yang berperan dalam menetukan jenis kelamin. Biasanya terdapat sepasang
kromosom, Melihat macamnya dapat dibedakan atas Kromosom X dan Kromosom Y.
berdasarkan letak sentromernya kromosom dibagi menjadi:
Dalam kromosom dapat terjadi 4 hal yakni:
a.
Delesi
Mutasi
kromosom karena hilangnya suatu segmen materi genetic dan informasi genetika
yang terdapat dalam suatu kromosom . Hal ini diakibatkan oleh adanya pemanasan
radiasi, virus bahkan bahan kimia
b.
Duplikasi
Duplikasi
merupakan mutase kromosom yang disebabkan oleh terulangnya suatu segmen dari
kromosom.
c.
Inversi
Inversi
merupakan mutase kromosom dimana sebagian dari suatu kromosom memiliki lokus
gen -gen yang urutannya terbalik bila dibandingkan dengan urutan lokus gen –
gen pada kromosom normalnya.
d.
Translokasi
Translokasi
merupakan peristiwa pemindahan suatu bagian dari sebuah kromosom kebagian dari
kromosom lain yang bukan homolognya (Estri.2006)
D.
ALAT DAN BAHAN
a. Alat
1.
Preparat bahan
2.
Mikroskop
3.
Alat tulis
b.
Bahan
1. Preparat awetan kromosom kelapa
E.
CARA KERJA
1.
Menyiapkan
preparat awetan kelapa kopyor
2.
Menyiapkan
mikroskop dan memastikan bahawa mikroskup bisa digunakan
3.
Meletakan
preparat awetan ke meja benda pada mikroskop
4.
Mengamati
preparat awetan kelapa dengan mengatur perbesarananya
F.
HASIL PENGAMATAN

G.
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini mengamati preparat
awetan kromosom kelapa. Kromossom adalah benang kromatin yang memendek dan
menebal. Kelapa merupakan makhluk hidup eukariot, karena memiliki inti sel.
Pada kromosom eukariot teridiri atas suatu kompleks DNA protein yang tersusun
sangat kompak sehingga memungkinkan DNA
yang ukurannya begitu Panjang tersimpan didalam nucleus. Struktur dari kromosom
adalah kromatin sedangkan kromatin tersusun dari DNA yang melilit protein
histion yang bersifat basa. Terdapat 4 macam histon sumbu yang menyusun
nukleosom yaitu H2A, H2B, H3, dan H4.
Kromosom dibedakan menjadi dua yaitu autosom
dan ganosom. Autosom adalah kromosom biasa yang tidak berperan menentukan jenis
kelamin. Terdapat 23 pasang kromosom dan
22 pasang diantaranya kromosom autosom.
Ganosom adalah kromosom seks (kromosom kelamin) yang berperan dalam
menentukan jenis kelamin. Terdapat sepasang kromosom ganosom yng terdiri dari
kromosom X dan Y. kromosom terdiri dari dua bagian yaitu sentromer dan lengan
atau telomer. Sentromer adalah bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang
menjadi pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Telomer atau
lengan adalah bagian badan utama kromosom yang mengandung gen. dalam tubuh
makhluk hidup setiap sel terdiri dari 23 pasang kromosom bagi eukariotik dan
berada dalam posisi yang tidak beraturan. Pada eukariotik kromotin terdapat
histon sdeangkan prokariotik tidak ada. Pada eukariotik jumlah setiap sel
memiliki 23 pasang kromosom sedangkan jumlahnya tergantung jenis organisme.
Pada praktikum yang dilakukan dari hasil
pengamatan Nampak kromosom yang agak tersebar dengan jumlah kromosom 29 buah
kromosom serta memiliki bentuk
metasentrik dan ada yang telosentrik. Dalam satu sel harusnya terdapat 32
pasang kromosom namun dari pengamatan tidak ditemukan 32 pasang dikarenakan
banyak kromosom yang bertumpuk sehingga Nampak terlihat satu
H.
KESIMPULAN
1.
Kromosom
adalah benang kromatin yang memendek dan menebal
2.
Tumbuhan
Kelapa merupakan yang selnya berjenis eukariotik
3.
Kromosom
terdiri dari kromatin dan kromatin terdiri dari DNA yang meililit protein
histon
4.
Ada 4 macam
hisyon yaitu H2A, H2B,H3 dan H4
5.
Kromosom ada 2
yaitu autosom adalah kromosom yang tidak mnentukan jenis kelamin dan ganosom
adalah kromosom yang berperan dalam menentukan jenis kelamin
6.
Kromosom
berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 4 yaitu telosentrik, metasentrik,
submetasentrik dan akrosentrik
7.
Kromosom
terdiri dari dua bagian yaitu sentromer dan lengan
8.
Sentromer
adalah bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang menjadi pusat kromosom dan
membagi kromosom menjadi dua lengan
9.
Telomer adalah
bagian badan utama kromosom yang mengandung gen
10. Jumlah kromosom eukariotik 23 pasang. 22
pasang kromosom ganosom dan sepasang kromosom kelamin ( X dan Y)
I.
DAFTAR PUSTAKA
Kiauw, Nio, Tjan. 1991. Genetika Dasar . Bogor : Institut Teknologi Bogor
Laras, Estri.
2006. Kromosom, Gen, DNA, Sintesis
Protein dan Regulasi. Malang:
Uiversitas Brawijaya.
Anonim.2017. Sel Eukariotik dan Prokariotik.
http://apaperbedaan.com/prokariotik-dan-eukariotik/. Di akses pada 13 Desember 2017
J.
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar