Rabu, 07 Maret 2018

laporan praktikum genetika kromosom


LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
KROMOSOM



Oleh :
Nurdiana Ismawati i( 1601070019 )  


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2017




11 Desember 2017
A.    JUDUL : KROMOSOM

B.     TUJUAN
1.      Untuk mengamati preparat awetan kromosom kelapa
2.      Untuk mengetahui letak kromosom pada preparat awetan kelapa kopyor
3.      Untuk mengetahui jumlah dan bentuk kromosom pada preparat awetan kromosom  kelapa

C.    DASAR TEORI
Kromosom ( Bahasa Yunani : chroma, warna : dan soma, badan) merupakan struktur di dalam sel berupa deretan panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein terkait merupakan informasi genetic suatu organisme., seperti molekul kelima jenis histon dan factor transkripsi yang terdapat pada bebrapa deret dan termasuk gen unsur regulator dan sukuens nukleotida. Kromosom yang berada didalam nucleus sel eukariota secra khusus disebut kromatin.
Dalam kromosom eukariota DNA yang tidak terkondensasiberada dalam struktur order-quasi dalam nucleus, dimana ia membungkus histon dalam truktur order- quasi dalam nucleus, dimana ia membungkus histon) dan dimana material komposit ini disebut kromatin. Selama mitosis (pemebelahan sel), kromosom terkondensasi dan disebut kromosom metaphase. Hal ini menyebabkan masing – masing kromosom dapat diamati melalui mikroskop optic. Setiap kromosom memiliki dua lengan, yang pendek disebut lengan P (dari Bahasa Perancis petit yang berarti kecil ) dan lengan yang Panjang lengan q ( q mengikuti p dalam alfabet). Prokariota tidak memiliki histon atau nucleus. Dalam keadaan santainya DNA dapat diakses untuk transkipsi, regulasi dan replikasi.
            Kromosom pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm Von Nageli pada 1842 dan ciri – cirinya dijelaskan dengan detail oleh Walther Flemming pada 1882. Sedangkan pemikiran prinsip – prinsip klasik genegtika merupakan pemikiran dedukasi dari Gregor Mendel pada tahun 1865 yang banyak diabaikan orang hingga tahun 1902, Walter Sutton dan Theodor saat meiosis dengan hukum Mendel dan menarik kesimpulan bahwa kromosom merupakan pembawa gen. Hasil penelitian keduanya dikenal sebagai teori Sutton- Boveri atau hipotesis Sutton Boveri atau teori hereditas kromosom, yang menjadi kontroversi dan perdebatan para pakar kala itu.
            Pada 1910, Thomas Hunt Morgan membuktikan bahwa kromosom merupakan gen. pada tahun 1955, Joe Hin Tjio seorang ilmuan Amerika kelahiran Indonesia berhasil membuktikan bahwa kromosom Manusia terdiri dari 23 pasang , bukan 24 pasang seperti yang diyakini para ahli genetika sejak lama.
            Ada beberapa tipe – tipe kromosom. Menjelang abad ke – 21,banyak peneliti yang telah mencoba untuk mengetahui jumlah kromosom yang terdapat di dalam nucleus sel tubuh manuia tetapi selalu menghasilkan data – data yang berbeda karena pada waktu itu teknik periksaan kromosom Msih terlalu sederhana. Dalam tahun 1912, Wini Water menyatakan menyatakan bahwa di dalam sel tubuh manusia memiliki 48 kromosom. Pendapat ini bertahan sampai 30 tahun lamamya, sampai akhirnya Tjio dan Levan dalam tahun 1956 berhasil membuktukan melalui tekhnik pemeriksaan kromosom yang lebih sempurna, bahwa nucleus sel tubuh manusia mengandung 46 kromosom.
Kromosom manusia dibedaka menjadi 2 tipe : Autosom ialah kromosom biasa yang tidak berperan menentukan dalam mengatur jenis kelamin. Dari 46 kromosom di dalam nucleus sel tubuh manusia makan yang 44 buah (22 pasang) merupakan autosom. Gonosom, ialah seks kromosom (kromosom kelamin), yang berperan dalam menetukan jenis kelamin. Biasanya terdapat sepasang kromosom, Melihat macamnya dapat dibedakan atas Kromosom X dan Kromosom Y. berdasarkan letak sentromernya kromosom dibagi menjadi:
Dalam kromosom dapat terjadi 4 hal yakni:
a.       Delesi
Mutasi kromosom karena hilangnya suatu segmen materi genetic dan informasi genetika yang terdapat dalam suatu kromosom . Hal ini diakibatkan oleh adanya pemanasan radiasi, virus bahkan bahan kimia
b.      Duplikasi
Duplikasi merupakan mutase kromosom yang disebabkan oleh terulangnya suatu segmen dari kromosom.
c.       Inversi
Inversi merupakan mutase kromosom dimana sebagian dari suatu kromosom memiliki lokus gen -gen yang urutannya terbalik bila dibandingkan dengan urutan lokus gen – gen pada kromosom normalnya.
d.      Translokasi
Translokasi merupakan peristiwa pemindahan suatu bagian dari sebuah kromosom kebagian dari kromosom lain yang bukan homolognya (Estri.2006)
D.    ALAT DAN BAHAN
a.      Alat
1.      Preparat bahan
2.      Mikroskop
3.      Alat tulis

b.      Bahan
1.      Preparat awetan kromosom kelapa


E.     CARA KERJA
1.      Menyiapkan preparat awetan kelapa kopyor
2.      Menyiapkan mikroskop dan memastikan bahawa mikroskup bisa digunakan
3.      Meletakan preparat awetan ke meja benda pada mikroskop
4.      Mengamati preparat awetan kelapa dengan mengatur perbesarananya

F.     HASIL PENGAMATAN

G.    PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini mengamati preparat awetan kromosom kelapa. Kromossom adalah benang kromatin yang memendek dan menebal. Kelapa merupakan makhluk hidup eukariot, karena memiliki inti sel. Pada kromosom eukariot teridiri atas suatu kompleks DNA protein yang tersusun sangat  kompak sehingga memungkinkan DNA yang ukurannya begitu Panjang tersimpan didalam nucleus. Struktur dari kromosom adalah kromatin sedangkan kromatin tersusun dari DNA yang melilit protein histion yang bersifat basa. Terdapat 4 macam histon sumbu yang menyusun nukleosom yaitu H2A, H2B, H3, dan H4.
Kromosom dibedakan menjadi dua yaitu autosom dan ganosom. Autosom adalah kromosom biasa yang tidak berperan menentukan jenis kelamin. Terdapat 23 pasang kromosom  dan 22 pasang diantaranya kromosom autosom.  Ganosom adalah kromosom seks (kromosom kelamin) yang berperan dalam menentukan jenis kelamin. Terdapat sepasang kromosom ganosom yng terdiri dari kromosom X dan Y. kromosom terdiri dari dua bagian yaitu sentromer dan lengan atau telomer. Sentromer adalah bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang menjadi pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan. Telomer atau lengan adalah bagian badan utama kromosom yang mengandung gen. dalam tubuh makhluk hidup setiap sel terdiri dari 23 pasang kromosom bagi eukariotik dan berada dalam posisi yang tidak beraturan. Pada eukariotik kromotin terdapat histon sdeangkan prokariotik tidak ada. Pada eukariotik jumlah setiap sel memiliki 23 pasang kromosom sedangkan jumlahnya tergantung jenis organisme.
Pada praktikum yang dilakukan dari hasil pengamatan Nampak kromosom yang agak tersebar dengan jumlah kromosom 29 buah kromosom  serta memiliki bentuk metasentrik dan ada yang telosentrik. Dalam satu sel harusnya terdapat 32 pasang kromosom namun dari pengamatan tidak ditemukan 32 pasang dikarenakan banyak kromosom yang bertumpuk sehingga Nampak terlihat satu

H.    KESIMPULAN
1.      Kromosom adalah benang kromatin yang memendek dan menebal
2.      Tumbuhan Kelapa merupakan yang selnya berjenis eukariotik
3.      Kromosom terdiri dari kromatin dan kromatin terdiri dari DNA yang meililit protein histon
4.      Ada 4 macam hisyon yaitu H2A, H2B,H3 dan H4
5.      Kromosom ada 2 yaitu autosom adalah kromosom yang tidak mnentukan jenis kelamin dan ganosom adalah kromosom yang berperan dalam menentukan jenis kelamin
6.      Kromosom berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi 4 yaitu telosentrik, metasentrik, submetasentrik dan akrosentrik
7.      Kromosom terdiri dari dua bagian yaitu sentromer dan lengan
8.      Sentromer adalah bagian kepala kromosom berbentuk bulat yang menjadi pusat kromosom dan membagi kromosom menjadi dua lengan
9.      Telomer adalah bagian badan utama kromosom yang mengandung gen
10.  Jumlah kromosom eukariotik 23 pasang. 22 pasang kromosom ganosom dan sepasang kromosom kelamin ( X dan Y)


I.       DAFTAR PUSTAKA

Kiauw, Nio, Tjan. 1991. Genetika Dasar . Bogor : Institut Teknologi Bogor

Laras, Estri. 2006. Kromosom, Gen, DNA, Sintesis Protein dan Regulasi.  Malang: Uiversitas Brawijaya.

Wikipedia. 2017.Kromosom. https://id.wikipedia.org/wiki/Kromosom. Diakses pada 11 Desember 2017

Anonim.2017. Sel Eukariotik dan Prokariotik.

J.      LAMPIRAN


Tidak ada komentar:

Posting Komentar